Saat ini momentum 'tuk membuat regulasi agar muncul kemasan maupun produk yang #produkmudahterurai, #returntoearth yang berbasis #bukanimpor #bahanbakunya bukan pula yang bermodel #ekonomisirkular yang idem dito bahan bakunya.
Tiga tahun (2026-2029) itu pe-er berat, ya? Capaian #sampahnasional hari ini baru 25 persen yang diolah. Jadi, masih ada 75 persen yang harus kita kejar dalam tiga tahun terakhir ini," ujar Hanif, #MenteriLingkunganHidup April lalu.
#Kucingbakau sudah terpapar #plastikmikro
Plastik dan Sampah:
Pantauan bulan April 2026
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Hanya bagian penutup saja
Penutup
1. Menteri Lingkungan Hidup resufle pada hari Senin 27 April 2026, Jumhur Hidat masih belum tampak jelas targetnya; yang sudah jelas adalah pe-er yang dibuat oleh Menteri sebelumnya, karena normatif legatiltas penganggaran dalam APBN: sudah tidak ada lagi yang namanya sistem APBN Perubahan.
Pemerintah menargetkan seluruh praktik open dumping di Indonesia dihentikan paling lambat tahun dengan percepatan penyelesaian pada Agustus 2026 tanpa pengecualian.
Sebagai catatan, hingga 2025, baru mencapai 30 persen dari total 485 TPA telah hentikan praktik open dumping; masih terdapat sekitar 369 TPA yang perlu segera bertransformasi, termasuk di wilayah Provinsi Bali.
Yang jelas arah kinerja kementerian Lingkungan hidup mustilah mengacu kepada Indonesia Bersih dalam Tiga Tahun melalui Proyek PSEL merupakan respons cepat terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penuntasan masalah sampah di seluruh penjuru tanah air secara kilat.
Selain itu saat ini pada suasana perang di Timur Tengah adalah momentum untuk membuat regulasi munculnya kemasan maupun produk yang mudah terurai (return to earth) yang berbasis bukan impor bahan bakunya bukan pula yang bermodel ekonomi sirkular yang idem dito bahan bakunya.
2. "Bapak Presiden minta sampah di darat selesai pada 2029. Sementara capaian sampah nasional hari ini baru 25 persen yang diolah. Jadi, masih ada 75 persen yang harus kita kejar dalam tiga tahun terakhir ini," ujar Hanif. dalam berita penanganan Sampah Laut mahal 5 April 2026.
Tiga tahun itu pe-er berat, ya?
3. Penanganan sampah laut
Berdasarkan laporan United Nations Environment Programme (UNEP), mengutip perntaan Ketua DPR RI Puan Maharani (Harga Plastik Meroket, Ketua DPR: Pakai Daun), besaran sampah plastik itu setara dengan 2.000 truk sampah yang dibuang ke laut, sungai, dan danau setiap hari. Bahkan secara global, sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik disebut mencemari ekosistem perairan setiap tahunnya.
"Kita sebenarnya sudah punya tim nasional penanganan sampah laut. Tapi, memang sangat luasnya laut kita, sehingga memang perlu dukungan serius dari para gubernur," ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Ketika itu.
Sebelumnya, "Sampah laut ini tidak bisa dibebankan kepada bapak gubernur maupun bupati/wali kota. Jadi, kami akan melakukan langkah-langkah penanganan yang paling krusial, contohnya di Bali," kata Hanif.
Untuk sampah di Bali, Hanif mengatakan pihak kementerian sudah melakukan penanganan bersama sejumlah jajaran. TNI dan Polri sudah dikerahkan untuk menangani sampah di laut Bali setiap September hingga Februari.
Tanbahan pula menurut Menteri Lingkungan Hidup "Kalau sudah di laut (sampah), ini urusannya jadi mahal dan tidak karu-karuan, diinsenerator enggak bisa, di ini enggak bisa, karena ada kandungan garamnya yang menyebabkan dioksidifuran, yang cukup potensial muncul saat dibakar," ujar Hanif di Makassar pada Minggu (5/4), dilansir Antara.
4. Dampak Perang Israel Amrik vs Iran yang pecah sejak hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 telah cepat sekali memaksa penjual produk plastik menaikkan Harga jual produknya. Dasar peraup laba... Stok lama diberi Harga baru meski, tampaknya, rantai produksi petrokimia dan plastik belum tampak nyata terganggu; tetapi pada sisi lokasi sumber-sumber bahan bakunya mulai seret pengangkutannya dari zona perang di Timur Tengah.
Dalam bulan April kantor pewarta BBC telah lengkap cakupan dan pembahasannya untuk memahami situasi kenaikan Harga produk plastik juga pupuk seperti fosfat dan potas, cakup lokasi peliputan BBC yang relatif luas. Pengungkapan analisis harga produk kemasan plastik dan potensi inflasi diungkapkan BBC dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami. Adapun perkiraan dampak jangka pendek diungkap oleh analis ekonomi dengan konsep sinkflation.
Shrinkflation terjadi ketika ukuran sejumlah produk yang beredar di pasaran kian menyusut, sementara harga jualnya sama.
Menurut Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Naiful Huda, langkah ini biasanya diambil saat biaya bahan baku meningkat tajam. Pengusaha biasanya dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menaikkan harga atau mengurangi ukuran.
5. Terhambatnya distribusi bahan baku pembuatan plastik di Selat Hormuz justru berpotensi meninggalkan dampak positif bagi lingkungan
Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan ST, melihat peluang untuk beralih ke bungkus makanan yang ramah lingkungan.
Menurutnya wadah ramah lingkungan punya biodegradabilitas tinggi, bisa terdekomposisi dalam hitungan minggu. Oleh sebab itu penggunaannya mengurangi pencemaran lingkungan.
"Penggunaan ini lebih baik karena meninggalkan jejak karbon lebih rendah dan mendukung ekonomi sirkular, seperti petani daun pisang serta produsen kertas daur ulang," ujar Rizkiy dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (10/4/2026).
Semoga akan tampak nyata munculnya kemasan maupun produk yang mudah terurai (return to earth) yang berbasis bukan impor bahan bakunya bukan pula yang bermodel ekonomi sirkular yang idem dito bahan bakunya.
6. PSEL baru capai tahap tender
Perwartaan tentang pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) cukup banyak pada bukan April lalu. Penandatangan kerjasama di beberapa kota kabupaten, Pelatihan Olah Sampah Jadi Energi di China, hingga munculnya anak perusahaan Danantara juga Para Pihak Ingatkan Risiko Proyek Energi Sampah Pemerintah
Berikut ini daftar berita PSEL Pemerintah dalam pantauanku selama bulan April 2026:
■ Olah Sampah Jadi Energi Listrik, Pemerintah Siapkan Rp 3 Triliun untuk PSEL di Makassar
■ Danantara Bentuk PT Denera, Khusus Kelola Sampah hingga PLTSa
■ IKN dan Pemindahan Ibu Kota Baru IKN Dinamika dan Progres Pembangunannya Demi IKN Bebas Kumuh dan Bau, PSEL Regional Dibangun
■ 65 Warga Sumsel Ikuti Pelatihan Olah Sampah Jadi Energi di China, PSEL Palembang Siap Beroperasi
■ Proyek Sampah Jadi Listrik Dikebut, Target Konstruksi Mulai 7 Minggu Lagi
■ Danantara Buka Tender PSEL Tahap II Bulan Ini, 100 Perusahaan Minat Ikut
■ Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
■ Para Pihak Ingatkan Risiko Proyek Energi Sampah Pemerintah
BPI Danantara membentuk anak usaha Danantara Investment Manager (DIM), yakni PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Anak usaha tersebut dibentuk pada 1 April 2026, serta memiliki fokus untuk menjalankan program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa.
"Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen di 1 April 2020 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL," kata Fadli dalam taklimat media di Wisma Danantara, Kamis (9/4/2026).
Fadli mengungkapkan Daya Energi Bersih Nusantara bakal menjadi pemegang saham dan menjadi pengelola seluruh aset proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
7. IKN yang akan tertib Kelola sampah juga bebas kumuh dan bau, PSEL Regional Dibangun
Pemerintah resmi memulai langkah radikal untuk menghapus stigma kumuh dan bau sampah di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama penyelenggaraan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya, Jumat (10/04/2026), kolaborasi lintas daerah ini diproyeksikan menjadi solusi permanen krisis limbah perkotaan di Kalimantan Timur.
Indonesia Bersih dalam Tiga Tahun melalui Proyek PSEL merupakan respons cepat terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penuntasan masalah sampah di seluruh penjuru tanah air secara kilat
Dengan teknologi ramah lingkungan, timbulan sampah yang selama ini menumpuk di TPA akan dikonversi menjadi energi listrik yang dapat menyuplai kebutuhan masyarakat sekitar.
Jika proyek ini berjalan sesuai jadwal, Kalimantan Timur akan memiliki sistem pengelolaan sampah regional paling modern di Indonesia.
8. MBG terkait sampah
Ada satu SPPF yang ditolak oleh MBG lantaran lokasi pengolahan makanan bagi anak sekolah amat dekat dengan lokasi pembuangan sampah.
Badan Gizi Nasional (BGN) membatalkan izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cakung Timur, Jakarta Timur. “Kami sudah reject (batalkan) izinnya,” kata Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Dalam petunjuk teknis BGN, di antaranya, lokasi SPPG harus memenuhi syarat lingkungan yang higienis. SPPG tidak boleh berada dekat tempat pembuangan sampah, kandang hewan, atau lokasi kotor lainnya
9.Kucing bakau sudah terpapar plastik mikro
Penelitian terbaru di Thailand mengungkap adanya mikroplastik di kotoran kucing bakau (Prionailurus viverrinus), spesies kucing liar yang juga hidup di Indonesia dan berstatus Rentan (Vulnerable/VU).
Mikroplastik diduga berasal dari mangsa yang dimakan oleh kucing bakau. Sebagian besar partikel plastik terkait dengan aktivitas budidaya perikanan, seperti alat tangkap hingga terpal yang digunakan sebagai lapisan kolam ikan.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya kontaminasi mikroplastik pada kucing bakau di Sri Lanka dan kucing liar lainnya, termasuk kucing kuwuk atau kucing hutan (Prionailurus bengalensis) di Taiwan.
Temuan mikroplastik pada predator mengindikasikan ancaman serius mikroplastik di seluruh jaring makanan lahan basah, serta kesehatan bagi manusia dan satwa liar.
Tangerang, 5 Mei 2026
Tambahan informasi:
Jumhur Hidayat kini Menteri Lingkungan Hidup sempat bersama saya dan Sugeng Bahagijo dalam Kongres Partai Demokrat Liberal Asia di Manila Filipina 4-6 November 1994. Jumhur hadir atas nama ICMI sedangkan saya dan Sugeng Bahagijo atas nama embrio satu partai politik yang difasilitasi oleh MS Zulkarnain, Direktur Eksekutif Walhi ketika itu
Naskah lengkapnya ada di:
https://www.slideshare.net/slideshow/plastik-dan-sampah-pantauan-bulan-april-2026-pdf/287347249
Lihat juga
#sampahnasional #biodegradable
o0o



