Plastik dan Sampah:
Pantauan bulan Desember 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
#Sampah bukan berkah tapi adalah masalah yang perlu ditangani, menghadapi potensi kenaikan #timbulansampah selama libur periode Nataru
#Ratusampah lagi-lagi bikin heboh. Penghargaan yang diraihnya dalam pertemuan APEC 2025 bulan lalu dipertanyakan oleh salah satu ormas di Bekasi lantaran tempat usaha ratu sampah mendapat protes dari warga setempat
Kebijakan publik Pemprov Bali akan menutup #TPASuwung Bali tetapi ... alamak ... maju-mundur pelaksanaannya
Selengkapnya, lihat juga di
https://www.slideshare.net/slideshow/plastik-sampah-pantau-desember-2025-pdf/285004793
Penutup
1. Sampah bukan berkah tapi adalah masalah yang perlu ditangani, menghadapi potensi kenaikan timbulan sampah selama libur periode Natal dan Tahun Baru.
Ho ho ho... Gerakan sampah itu berkah menunjukkan bahwa (gerakan) bank sampah hingga saat ini tidak cukup berarti dalam kerangka pengurangan volume sampah dalam konteks nasional? Sementara itu tanpa menutup mata kegiatan bank sampah sudah bertaburan di tanaj air dengan semangat bahwa sampah itu berkah.
Simak: pernyataan lanjutan dari Menteri lingkungan Hidup: "Kita harus merefleksi diri kita masing-masing bahwa sampah itu bukan berkah, tetapi masalah. Karena itu, semua pihak harus berpartisipasi aktif untuk mengurangi sampah, melakukan pemilahan, dan mengelolanya dengan cara-cara yang ramah terhadap lingkungan," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan data hasil survei Natal 2025 dari Badan Kebijakan Transportasi, diproyeksikan terdapat 119,5 juta orang melakukan pergerakan selama periode Natal dan Tahun Baru, atau setara dengan 42,01 persen dari total populasi Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan mobilitas itu berpotensi menimbulkan tambahan timbulan sampah hingga 59.000 ton dalam rentang waktu sekitar dua pekan.
Dia menekankan peningkatan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan ujian bagi sistem tata kelola di setiap daerah.
Menteri Hanif menyoroti teknologi pengolahan sampah seperti RDF adalah solusi masa depan yang tidak boleh lagi ditunda-tunda implementasinya. Pengelolaan sampah di hilir tidak boleh lagi sekadar tumpukan residu, melainkan harus bertransformasi menjadi proses yang memiliki nilai tambah sekaligus ramah lingkungan.
Namun, di sisi lain, KLH/BPLH juga memastikan aspek penegakan hukum tetap berjalan beriringan dengan upaya edukasi. Menteri Hanif menyayangkan target nasional pengelolaan sampah sebesar 52 persen di tahun 2025 yang hingga kini belum terpenuhi sepenuhnya.
Kondisi stagnan itu memicu langkah tegas dari kementerian untuk memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah yang masih abai dalam mengelola wilayahnya.
Ketegasan itu bukan tanpa alasan, mengingat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah telah memberikan mandat yang jelas bagi pemerintah pusat dan daerah.
Dalam konteks di atas, maka saya (RVT) memahami bahwa pernyataan Menteri LH ini jelas peringatan serius jika kita masih terpaku kepada pola sampah itu berkah bagi kalangan eksekutif, atau petugas pelaksana pengelola sampah. Teknologi musti dikedepankan oleh para petugas laksana pengelola sama bukan cuma mengandalkan kepada program bank sampah.
Sekilas uraian di bawah ini saya ungkap apa itu gerakan sampah itu berkah yang saya peroleh dari hasil kerja AI di Google, Ketika saya mencoba menelusuri siapakah yang pertama kali mengatakan bahwa sampah itu berkah.
Ringkasan AI
+6
Frasa "sampah itu berkah" atau "mengubah sampah menjadi berkah" adalah sebuah
motto atau ungkapan motivasi umum yang digunakan dalam konteks pengelolaan sampah dan gerakan lingkungan, bukan kutipan dari satu tokoh tunggal yang spesifik.
Ungkapan ini muncul secara organik seiring dengan meningkatnya kesadaran akan potensi ekonomi dan lingkungan dari daur ulang dan pengelolaan limbah yang tepat. Banyak individu, komunitas, dan lembaga, seperti berbagai "Bank Sampah" di Indonesia, menggunakan frasa ini untuk menginspirasi orang agar melihat sampah bukan sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan manfaat (baik secara finansial maupun ekologis).
Beberapa contoh penggunaan dan tokoh terkait meliputi:
KH Yazid Karimullah, seorang tokoh pesantren di Jawa Timur, yang menginspirasi kemandirian pesantren dengan mengubah sampah menjadi berkah.
Siti Aisyah, pendiri Bank Sampah NTB Mandiri, yang dikenal karena upayanya menyulap sampah menjadi berkah.
Ema Suranta dan Fajar Mulia, individu lain yang kisahnya sering diangkat media karena berhasil mengubah sampah menjadi rupiah atau berkah melalui inovasi mereka.
Jadi, tidak ada satu orang yang secara eksklusif mengucapkannya pertama kali; sebaliknya, frasa tersebut merupakan cerminan dari gerakan kolektif untuk memandang pengelolaan sampah secara positif.
Sampah adalah Berkah - Kompasiana.com
29 Jun 2014 — Kami melakukan inovasi-inovasi yang dapat mengubah sampah yang awalnya ''musibah'' menjadi ''sampah berkah''. Kami mengolah sampah-sampah yang ada di...
Kompasiana.com
SAMPAH MENJADI BERKAH KARENA BANK SAMPAH
30 Sep 2019 — SAMPAH MENJADI BERKAH KARENA BANK SAMPAH | Dinas Lingkungan Hidup.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng
Fajar Mulia, Mengubah Sampah Jadi Berkah - Kompas.id
21 Feb 2024 — Fajar Mulia, Mengubah Sampah Jadi Berkah.
Kompas.id
Inspirasi Kemandirian Pesantren, KH Yazid Karimullah ... - NU Jatim
4 Jul 2024 — Inspirasi Kemandirian Pesantren, KH Yazid Karimullah Ubah Sampah Jadi Berkah.
NU Online Jawa Timur
Siti Aisyah, Pendiri Bank Sampah NTB Mandiri - Tokoh Inspiratif
21 Sep 2019 — Siti Aisyah, Pendiri Bank Sampah NTB Mandiri | Tokoh Inspiratif.
tokohinspiratif.id
1:03
"Ubah sampah jadi berkah" Itulah sebuah motto yang menjadi awal ...
Instagram·YESS Programme
Aisyah, Sulap Sampah Menjadi Berkah - Indonesiana
4 Okt 2021 — Aisyah, Sulap Sampah Menjadi Berkah.
Indonesiana
Kisah Inspiratif Ema Suranta, Ubah Sampah jadi Berkah hingga ...
2 Jun 2025 — Kisah Inspiratif Ema Suranta, Ubah Sampah jadi Berkah hingga Mendulang Rupiah - Bagian 1.
iNews.ID
SolarKita
13 Agu 2024 — Selain itu, komunitas-komunitas ini seringkali menjadi model bagi daerah lain yang ingin menerapkan praktik serupa. Mereka menginspirasi banyak pihak...
2. Ratu sampah lagi-lagi bikin heboh. Heboh lantaran ia mendapat penghargaan dalam pertemuan APEC bulan lalu.
Adalah Amphibi Bekasi yang mengutarakan pertanyan: Amphibi Pertanyakan Penghargaan Internasional untuk “Ratu Sampah” PT Xaviera Global Synergy. Lembaga Lingkungan Hidup Amphibi mempertanyakan kelayakan Wilda Yanti, pemilik PT Xaviera Global Synergy, yang mengklaim menerima penghargaan APEC Business Efficiency and Success Target (BEST) Award 2025.
Pasalnya, perusahaan yang dipimpin Wilda Yanti—yang dikenal dengan julukan “Ratu Sampah”—justru diprotes warga dan aktivis lingkungan karena dinilai gagal mengelola sampah.
“Ini ironis sekali. Di satu sisi mereka menerima penghargaan internasional, tapi di sisi lain masyarakat di Kabupaten Bekasi dan Bogor justru melakukan demo karena terganggu dengan operasional PT Xaviera Global Synergy,” kata Ketua Umum Amphibi Agus Salim Tanjung dalam keterangan pers, Minggu (28/12/2025).
Sebagai dasar, Tanjung menjelaskan, pada 16 September 2025 gudang PT Xaviera Global Synergy di Jalan Raya Fatahillah, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, didemo puluhan aktivis Prabu Peduli Lingkungan Simpul Cikarang Barat. Mereka memprotes penumpukan limbah dari PT Fajar Surya Wisesa Tbk yang dikelola PT Xaviera sebagai pihak ketiga.
Sehari kemudian, 17 September 2025, warga juga melakukan demonstrasi di lokasi lain, yakni TPS Sentul City Recycle Center (SCRC) di Kabupaten Bogor yang juga dikelola PT Xaviera Global Synergy. Keluhannya, sampah menumpuk tidak terkelola dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu warga sekitar.
“Kami khawatir ini hanya soal presentasi yang bagus di atas kertas, tapi realitas di lapangan jauh berbeda. Apakah panitia APEC BEST Award 2025 melakukan verifikasi lapangan? Atau hanya menilai dari presentasi saja?” tanya Tanjung.
Menurutnya, penghargaan seperti ini seharusnya diberikan kepada pelaku usaha yang konsisten menjaga lingkungan, bukan sekadar pandai dalam pencitraan.
“Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi operasional adalah saksi nyata. Mereka yang merasakan dampak buruk dari pengelolaan sampah yang tidak bertanggung jawab. Suara mereka harus didengar,” tegasnya.
Tanjung berharap pihak berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional PT Xaviera Global Synergy.
Dia juga mengimbau panitia APEC BEST Award 2025 untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi ulang.
Saya tambahkan kasus yang terjadi tiga (3) tahun lalu, ya
Satpol PP Kabupaten Bekasi, Segel Istana Ratu Sampah … eeeh Ngeri… aib… Ketua ASOBSI Bungkam terkait Pengolahan sampahnya Disegel Satpol PP; (berita 17 dan 18 Maret 2022)
Simak… Ada di: Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2022
3. Sempat heboh berhari-hari adanya penumpukan sampah di Sebagian wilayah lalu linya kota Tangerang Selatan (Tangsel) lantaran TPA Cipeucang sedang ditata-ulang, maka Wakikota Tangsel Benyamin Davnie mengutarakan solusinya.
"Saya telah menginstruksikan langkah-langkah darurat yang bersifat empatik di lapangan. Pertama, kita lakukan pengangkutan prioritas dengan mengerahkan armada tambahan di titik-titik pemukiman padat dan fasilitas umum agar estetika kota tetap terjaga," ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan kerja sama regional menjadi kunci jangka pendek. Pemkot melanjutkan koordinasi pembuangan sampah sementara ke daerah mitra, seperti TPA Cilowong di Serang, guna mengurangi beban berat di Cipeucang.
Di tingkat akar rumput, pemerintah juga mengaktivasi kembali lebih dari 36 tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di setiap kelurahan.
"Aspek kesehatan warga tetap nomor satu. Saya memerintahkan penyemprotan disinfektan dan cairan pengurai bau secara rutin di titik-titik tumpukan sampah yang belum terangkut untuk meminimalisir dampak sanitasi," ujarnya.
Ia pun mengajak warga untuk ikut terlibat dalam perubahan besar ini. Ia meyakini sentuhan tangan warga dalam memilah sampah dari sumbernya adalah bagian dari solusi humanis yang paling efektif.
Semoga bisa terlaksana... Jangan pula pula Kerjasama yang pernah terjalin antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang pada beberapa tahun lalu terhenti lagi.
4. Kebijakan publik akan menutup TPA Suwung tetapi maju-mundur pelaksanaannya tampak pada pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Suwung oleh Pemprov Bali. Semula Gubernur Bali Wayan Koster melalui surat pemberitahuan nomor T.00.600.4.15/60957/Setda, perihal pemberitahuan batas waktu penutupan TPA Suwung tanggal 23 Desember 2025. Surat penting ini ditujukan kepada Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, tertanggal 5 Desember 2025.
Surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali itu adalah menindaklanjuti dari KLH yang menerbitkan Keputusan Menteri LHK Nomor 921 Tahun 2025, yaitu memerintahkan penghentian sistem open dumping di TPA Suwung. Dalam keputusan tersebut, UPTD Pengelolaan Sampah Pemprov Bali diberi waktu maksimal 180 hari, yaitu hingga 23 Desember 2025, untuk menghentikan operasional open dumping sejak keputusan diterima 23 Mei 2025 lalu
Tetapi jelang hari raya Natal, yaitu tanggal 23 Desember 2025 atas desakan sopir truk sampah, maka keputusan gubernur berubah. ini gegara sekitar 400 truk sampah dari sekitar lebih dari 600 anggota Forum Swakelola Sampah Bali memagari Kantor Gubernur Bali dengan mengangkut sekitar 2.000 ton sampah, mengubah pusat pemerintahan provinsi itu menjadi 'lahan darurat sampah'.
"Seharusnya tidak perlu aksi begini karena TPA Suwung belum ditutup sampai tanggal 28 Februari 2026. Pemerintah masih melakukan sejumlah pembenahan berbagai infrastruktur yang ada," ujar Rentin di lokasi.
Naaah... Republik undur-undur muncul (lagi)
5. Mumpung masih baru maka penting saya unggah pesan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka soal pengelolaan sampah pasar. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pentingnya faktor keamanan bangunan pasar hingga pengolahan sampah di pasar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kalimantan Timur, Rabu (31/12/2025).
Gibran juga mengingatkan agar pasar memiliki berbagai fasilitas penunjang, seperti akses transportasi umum dan jalur pejalan kaki.
"Sehingga pasar ini benar-benar dapat difungsionalkan secara maksimal nantinya oleh masyarakat setempat," ucap mantan wali kota Solo tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Pasar KIPP memiliki kapasitas 200 pengunjung. Ia berharap, pasar tersebut dapat menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai informasi, Pasar KIPP dibangun di atas lahan seluas 3.774 meter persegi dengan luas bangunan 3.959 meter persegi, terdiri atas 3 lantai.
Pasar ini dilengkapi 22 unit los basah, 33 unit los kering, 11 kios, 6 unit pujasera, serta ruang pengelola dan ruang pertemuan.
Pasar KIPP dirancang untuk melayani sekitar 200 pengunjung per hari, dengan pengaturan los basah yang terpisah antara area bersih dan area pengolahan, sehingga kebersihan dan sirkulasi pengunjung tetap terjaga.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran melihat langsung penataan zona los basah yang dibagi secara fungsional, mulai dari area pembersihan hingga area penjualan, guna memastikan standar higienitas pasar terpenuhi.
Informasi ayau berita sampah lainnya ialah:
Terpantau olehku berita pascabanjir rob yang melanda wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang saat itu menyisakan tumpukan sampah di pesisir pantai. Tumpukan sampah ini terbawa arus gelombang laut saat banjir rob terjadi beberapa hari lalu pada 7 Desember silam
Tetapi tidak terpantau adanya informasi khusus tentang sampah rumah tangga atau sampah plastic dari wilayah yang terkena banjir bandang 26 November 2025 di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
6. Ini berita yang cukup rinci detilnya…Memang beginilah seharusnya, sehingga dapat menjadi data dasar untuk dikerjakan secara teratur dan begitu juga publikasinya:
RDF Kota Tangerang Olah 218 Ton Sampah Sepanjang 2025
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi memaparkan, secara perinci 160,25 ton RDF sudah dikirim ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dan 58,50 ton RDF masih tersedia di TPA Rawa Kucing.
Secara data rekapitulasi, proses pengiriman RDF dilakukan dalam empat tahap sepanjang 2025. Yakni, pada Selasa 21 Januari 2025, RDF yang dihasilkan mencapai 17,5 ton atau 70 bal.
Selanjutnya, pada Selasa 3 Juni 2025, terjadi peningkatan signifikan dengan total 62,5 ton atau 250 bal. Produksi kembali berlanjut pada Senin 4 Agustus 2025 sebanyak 60 ton atau 240 bal, serta pada Rabu 13 Agustus 2025 dengan capaian 20,25 ton atau 81 bal.
”Selain RDF yang telah disalurkan, tercatat masih terdapat 58.500 kilogram sampah RDF yang tersimpan di TPA Rawa Kucing. Dengan demikian, total akumulasi pengelolaan RDF Kota Tangerang sepanjang 2025 mencapai 218,75 ton,” papar Wawan, Senin (22/12/25).
Pengelolaan RDF ini menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Kota Tangerang dalam mengurangi ketergantungan terhadap TPA, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
”Program RDF juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan volume sampah serta mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Tangerang,” harapnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang akan terus mengoptimalkan produksi RDF melalui peningkatan fasilitas, penguatan kolaborasi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.
7. Informasi terkait dengan Agenda negosiasi dan jadwalnya pembahasan Traktat PBB tenrang Plastik tidak ada dalam pantauan saya selama bulan Desember 2025. Yang muncul Adalah informasi dari Koalisi Ilmuwan, Scientist: Coalition ketika menghadiri pleno akhir dari United Nations Environment Assembly (UNEA-7)
👩🏻🔬 A team of our scientists and indigenous knowledge holders were busy the entire week there helping to answer policy relevant questions and connect delegates to the latest evidence.
👍 We are encouraged to see that ambition remains to move forward to develop a global plastics treaty, and we appreciate the value many delegations voiced for independent science within the process.
🫡 Our Coalition of 400+ independent scientists remains committed to helping delegates use the latest scientific evidence to ground their decisions in evidence based policymaking.
Tangerang 5 Januari 2026
Baca juga
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Kegagalan tersusunnya traktat PBB tentang plastik (#plastictreaty) Agustus
silam dipahami bahwa alam murka; banyak bencana terjadi termasuk yang baru terjadi di Acehm Sumut dan Sumbar
Peluang kerja hijau (green job) diperlukan sekitar 1,5 juta tenaga kerja baru
berdasarkan proyeksi Kementerian PPN/Bappenas; untuk mengisi sektor-sektor hijau termasuk pengelolaan sampah
Fokuslah pada penanggulangan sampah plastik, jangan silaf dengan masalah pokoknya yaitu misalnya sebarluaskan budidaya ulat maggot. Tapi, cobalah budidaya ulat pemakan sampah plastik
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktober 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
#imperialismesampah julukan baru bagi Inggris yang membuang, eeeh,,, mengekspor sampahnya ke Malaysia dan Indonesia
It is unethical and irresponsible #wasteimperialism
Bermunculan investor di Danantara yang ingin membangun PLTSa
Tapi September lalu saya kutipkan ingatan: Awas! Layu Sebelum Berkembang Proyek PLTSa di 33 Provinsi
Pakailah masker ketika hujan di beberapa lokasi di Jakarta
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
#mikroplastik bertambah cemarannya ke lingkungan. Yaitu
bersumber dari ban baru atau ban bekas mobil
Para ilmuwan menemukan metode terobosan untuk menghilangkan mikroplastik Hidrogel inovatif menangkap mikroplastik dari perairan dalam dan membawanya ke permukaan
Proyek PLTSa bermunculan idenya pada awal bulan, beberapa korporasi telah menyatakan minatnya tetapi ada pula yang mengingatkan: Awas! Layu Sebelum Berkembang Proyek PLTSa di 33 Provinsi
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
#PlasticTreaty? See you in INC5.3 Ini pernyataan saya karena INC5.2 mengalami kebuntuan di akhir pertemuan UNEP di Jenewa Swiss medio Agustus silam
Indonesia akan tetap atasi polusi plastik dengan atau tanpa traktat plastik bahkan berupaya menjadi pemimpin global dalam mengakhiri polusi plastik
Dua kali pembuangan sampah bukan pada tempatnya: yaitu di depan kantor Gubernur Bali dan di kantor Bupati Pandeglang Banten
Sampah akibat demonstrasi rakyat pada (hanya di Jakarta) ada 28-29 Agustus lalu volumenya capai 4-5 kali sampah di hari normal
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juli 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
#PlasticTreaty diharapkan semua pihak dapat disahkan pada akhir pertemuan INC5 UNEP di Jenewa Swiss medio Agustus
Daftar TPA yang disemprit Kementerian Lingkungan Hidup akhirnya muncul, Yaitu sebanyak 21; sebelumnya tidak jelas bagi publik.
Cemaran #plastikMikro dapat menimbulkan perubahan kesukaan nematoda pada makanannya jika dipapar dalam jangka waktu yang lama ini dari riset eksperimentasi di Hong Kong; dapat pula menimbulkan beberapa gejala penyakit ini hasil riset dari Université de Toulouse di Prancis
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
No single solution to beat plastic pollution adalah pintu masuk untuk pemanfaatan massal singkong diolah menjadi bioplastic ketika produksi petani kalah bersaing dari singkong impor
"Beat Plastic Pollution sebagai tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Indonesia, salah satunya diterjemahkan sebagai Hentikan Polusi Plastik. Lumayan radikal pendekatannya.
Pengelolaan sampah oleh swasta, ataupun swakelola oleh pemerintah daerah jikalau (tetap) terpaku kepada sistem open dumping pastilah mendapat peringatan dari KLH
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Sang Ratu Sampah Sri Bebasari telah berpulang… Yang kukenang dia selalu menyebutkan BJ Habibie, ketika menjabat Menristek/ Kepala BPPT yang mengirimnya belajar tentang kelola sampah di Jerman
"Daur ulang dengan kantong di supermarket besar. Jangan daur ulang di rumah." Narasi ini secara instruksional " memberikan beban pada konsumen, bukan produsen." PSEL Kota Tangerang 'Gagal' Beroperasi Juni 2025, TPA Rawa Kucing Bakal Jadi 'Bom Waktu'
Wajib Pilah Sampah dari Sumber sudah menjadi keharusan pada banyak aturan di pemerintah daerah.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan April 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Jenewa Swiss adalah tempat negosiasi Traktat Plastik (Plastic Treaty) pada Agutus tahun ini sudah diumumkan secara resmi oleh UNEP
Masih belum tampak berita yang mengungkap persisnya jumlah TPA yang ditutup oleh pemerintah.
Bertambah pengangkatan kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan dalam pengelolaan sampah
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Gedung UNESCO di Paris akan Kembali menjadi tempat negosiasi Traktat Plastik (Plastic Treaty) pada Agutus tahun ini diumumkan secara resmi oleh UNEP
Hanya 3 TPA dari total target 40 TPA open dumping yang ditutup oleh KLH hingga akhir Maret 2025
Tehnologi hijau (green technology) yang mengubah sampah menjadi oksigen sangat diharapkan untuk segera mengatasi soal sampah di TPA oleh pihak-pihak pengelola sampah
Dengan menggunakan media polybag yang terbuat dari limbah plastik, para pemuda di Situbondo mengurangi sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas tanaman yang mereka budidayakan.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Februari 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi Traktat Plastik (Plastic Treaty) soal jadwal, waktu dan lokasi negosiasi belum diumumkan resmi oleh UNEP
AMDK muncul lagi, tetapi yang dibahas fokus kepada soal usia kelayakan pakai galon dan juga soal gelas plastik yang tidak layak daur ulang.
KLH berketetapan menutup sebanyak 306 TPA sampah di seluruh Indonesia karena menerapkan sistem pembuangan terbuka yang dinilai berbahaya terhadap lingkungan
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Januari 2025
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi Traktat Plastik di Busan Korea Selatan gagal tetapi semua peserta ingin melanjutkan namun hingga akhir Januri 2025 belum tersiar kabar Soal jadwal, waktu dan lokasi kelanjutannya
"... kita harus menyusun Perjanjian Plastik yang mengangkat derajat pekerja sekaligus melindungi lingkungan" itu suara kaum pekerja ketika hadir di Busan Korea Selatan tahun lalu.
KLH membidik sebanyak 306 TPA sampah di seluruh Indonesia ditutup karena menerapkan sistem pembuangan terbuka yang dinilai berbahaya terhadap lingkungan
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Desember 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
“no hay camino, se hace camino al andar: Pengembara, tidak menemukan ada jalan; Anda mestilah membuat jalan Anda sendiri saat Anda berjalan... itulah ucapan positif Duta Besar Vayas Valdivieso mengutip ucapan penyair besar Spanyol Antonio Machado, Caminante, ketika negosiasi Traktat Plastik di Busan Korea Selatan gagal disepakati secara bulat dan utuh pada 1 Desember 2024
Waaaah okey ini kalau ini serius seluruh kab dan kota bisa berabe semua …..Komentar Sudirman, mantan direktur pengelolaan sampah KLHK, 7 Desember sebagai reaksi membaca: Mantan Kadis LH Kota Tangerang menjadi tersangka kasus TPA Rawa Kucing
Segala bentuk edukasi dan kampanye minim sampah tersebut, kata Kementerian, dicanangkan untuk bisa mengurangi 20 persen dari potensi 55.300 ton penambahan sampah akibat libur Natal dan Tahun Baru.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
““menghukum industri tanpa mengatasi masalah polusi plastik yang sebenarnya” (“penalizes industries without addressing the actual issue of plastic pollution”) adalah pernyataan salah satu negara produsen minyak... Jelaslah karenanya mereka tidak begitu saja menyetujui naskah #TraktatPlastik dalam INC5 di Busan Korea Selatan. Alhasil negosiasi di balik pintu tertutup mengindikasikan traktat belum bisa final
Pengawasan dan penegakan hukum jika masih ada pihak melanggar ketentuan penghentian impor sampah plastik, yang rencananya diberlakukan pada 2025. Lainnya: Kami akan mewajibkan seluruh penyebab atau penimbul sampah organik terutama dari usaha-usaha besar di luar rumah tangga itu wajib menyelesaikan sampahnya sendiri, tidak boleh dibebankan ke Bantargebang,” ujar Menteri LH. Dua hal penting perlu dicatat selain TPA Kembali ke model sanitary landfill
Pedagang memasak mi instan bersama dengan plastik bening.. Berhati-hatilah warga penggemar pangan itu tapi edukasi ke UMKM pun penting
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktober 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Sekjend PBB António Guterres berharap Traktat Plastik adalah kesepakatan yang ambisius, kredibel, dan adil adalah satu-satunya jalan untuk
mengatasi polusi plastik
WHO mencatat bahwa belum ada cukup penelitian yang menghubungkan plastik mikro dengan dampak kesehatan yang merugikan pada manusia dan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut.
Gerakan memilah sampah dari sumbernya terhitung seak 1 Oktober 2024 adalah salah satu upaya nyata Pemprov Bali Bersama warganya
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Tiga raksasa Asia Timur, Korsel, Cina dan Japang sepakat selesaikan
Traktat Plastik… Asia Tenggara, apa kabarnya?
Gorengan demilan pakai plastik yang kerap dipraktikkan oleh segelintir pedagang yang tidak bertanggung jawab.. Berhati-hatilah... Satuan Kesling atau Kesehatan Lingkungan dari puskesmas setiap daerah pun perlu memastikan keamanan pangan guna mencegah fenomena ini
Diblokade Israel, warga Gaza olah limbah plastik jadi bahan bakar
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Ekonomi sirkular disiapkan oleh pemerintah untuk menolong industri plastik; semoga sejalan dengan arus besar dalam masyarakat global dalam menyusun Plastic Treaty Tetapi sesungguhnya orang Madura sudah merintis praktek hal ekonomi sirkular sejak lama
Air minum dalam kemasan (AMDK) beberapa kali muncul dalam
pewartaan pada bulan Agustus 2024, termasuk info tehnis tutup gallon.
jua layak untuk dikonsumsi meskpiun galonnya
ber-BPA dalam batas aman
Para ahli mengatakan cara paling efektif untuk mengatasi polusi plastik adalah dengan mengurangi jumlah material yang masuk ke lingkungan, meskipun sudah ada langkah maju melalui penemuan jamur `
sebagai pemakan plastik
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juli 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Tiga issu penting dalam proses penyusunan Traktat Plastik. Yaitu kaitan penyusunan posisi negara ASEAN, lalu koalisi pakar terbitkan pemikiran mereka di Ottawa April lalu dan Hak pemulung dalam Traktat Plastik
Plastik mikro menjadi issu penting dalam persiapan suatu pernikahan. Karena mikroplastik menurunkan kesehatan sperma, Selain itu zat kimia pada mikroplastik yang masuk ke sistem reproduksi perempuan dapat mengakibatkan perubahan siklus menstruasi dan penurunan kesehatan reproduksi
Kebanjiran bahan baku dan produk plastik impor, jelas tampak
industri plastik- RI babak belur padahal ketika Ramadan sempat berkibar
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Secara ringkas Koalisi Ilmuwan dalam negosiasi Traktat Plastik menjelaskan apa dan siapanya mereka
Paling lambat 10 tahun mendatang menurut kata Pjs Gubernur Jakarta Heru Budi Pemprov Jakarta akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah pada pulau reklamasi di perairan Kepulauan Seribu
Penelitian ilmiah untuk mengetahui dampak plastik terhadap satwa liar mulai digarap di Indonesia
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Hasil dari INC4 Traktat Plastik masih saja banyak reaksi ketidak puasan, tetapi seluruh negara anggota PBB bertekad melanjutkan putaran negosiasi berikutnya: INC5 di bulan November 2024 di Busan Korea Selatan
Cerita sukses desa-desa di Pasuruan kelola sampah dan hasilkan PAD ratusan juta adalah info inspiratif bagi khalayak yang berdiam di perdesaan
Partisipasi ASN dalam bebersih sampah nyata biarpun tidak banyak informasinya
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan April 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Kurangi produksi plastik adalah kata kunci partisipasi Indonesia dalam mengatasi polusi plastik secara global Sampah pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H/ 2024 dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah setempat. Partisipasi korporasi tanggulangi sampah plastik semakin nyata
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastik mikro dapat dihilangkan dari kandungan air tetapi plastik mikro telah mengubah dari suatu produk yang arkeologis
Polusi plastik sudah mulai digunakan, bukan hanya kata sampah plastik. Baguslah, sudah mulai populer di kalangan yang aktif dengan permasalahan dampak dari (sampah) plastik
Kenakalan dalam pengelolaan sampah bermunculan, minimal tiga kasus pada bulan Maret.
Permasalahan dalam pengelolaan sampah dari kacamata seniman tampil pula pada bulan Meret
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Februari 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Dialog WTO, Badan Perdagangan Dunia, tentang Polusi Plastik (DPP) pada 28 Februari 2024 menarik disimak tetapi hingga akhir bulan belum terbit prosidingnya kepada publik. Dialog itu diselenggarakan oleh TESS, The Pew Charitable Trusts, UNCTAD.
Sampah plastic APK Pemilu 2024 hanya beberapa saja beritanya. Bahkan perkiraan jumlah sampah plastik secara nasional tidak ada, terkecuali jumlah perkiraan sampah plastik APK oleh DLH DIY.
Daur ulang ataupun daur guna sampah APK pun beritanya hanya muncul dari berita di televisi
Sungai Watch mengusulkan agar pihak Danone menghentikan produksi air minum kemasan gelas atau cup
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Januari 2024
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Para peneliti di Cornell Univerity , mengembangkan alat baru melalui prototipe robot yang berfungsi untuk menghimpun mikroplastik dari permukaan laut, sungai, maupun danau. Para peneliti di Rensselaer Polytechnic Institute telah mengembangkan strain bakteri yang dapat mengubah sampah plastik menjadi sutra laba-laba yang dapat terbiodegradasi dengan berbagai kegunaan. korporasi kosmetik di wilayah Uni Eropa untuk kecantikan harus membayar lebih untuk membersihkan polusi mikroplastik setelah negosiator UE mencapai kesepakatan baru untuk mengolah limbah Keripik sampah, hasil pengolahan sampah dari TPST Tamanmartani, ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) pabrik Cilacap akan berlanju
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Desember 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Revised draft text of the international legally binding instrument on plastic pollution telah beredar. Garis besar dokumen telah dikemukakan bagian depan naskah dokumen. Tetapi dokumen ini adalah versi yang belum diedit. Silahkan dicermati Teknologi dan model olah sampah menjadi salah satu andalan paslon Capres-Cawapres. Paslon No. 2 dan Paslon No. 3 mengangkat hal olah sampah menjadi salah satu dari issue terkait lngkungan hidup. Sampah dan potensi masalahnya, lalu, upaya pengendalian masalah sampah tersebut di wilayah IKN menjadi sorotan pembahasan oleh pengamat Jaringan Ekspor Diperluas,
Industri Plastik Raih Daya Saing. Contohnya: Industri plastik, sebagai bagian dari sektor manufaktur, menawarkan peluang pasar yang signifikan karena berperan sebagai bahan baku untuk berbagai industri: dari hulu hingga hilir
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
INC3 untuk penyusunan traktat internasional tentang pengendalian polusi plastik dibajak prosesnya oleh sekelompok kecil peserta. Tetapi biarpun hasilnya tidak memuaskan terhadap peserta NC3 namun INC selanjutnya sudah disetujui penjadwalan dan lokasinya.
Industri plastik terkena imbas dari kenaikan nilai tukar US dollar ke rupiah dan suku bunga yang tinggi.
Artis/ musisi dalam dua peristiwa besar, memberikan kontribusi dalam pengendalian sampah. Yaitu Coldplay memberikan kapal pengumpul sampah laut dan artis Bayu bebersih sampah pada salah satu laga sepakbola Piala Dunia U17
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktiber 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Indonesia mendapatkan pengakuan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atas keberhasilan menurunkan sampah plastik di laut hingga 39 persen.
Ini bekal yang bagus untuk INC 3 pada bulan November di Nairobi Kenya
Tiga bulan 30 TPA terbakar, namun sayangnya tidak ada analisis tentang penyebabmya, maupun rekomendasi pencegahan kebakaran.
PLTSa Putri Cempo Surakarta sejak 30 Oktpober sudah beriperasi. PLTS aini adalah salah satu dari 12 lokasi dari program Prioritas Nasional (PSN)
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
September merupakan bulan banyak TPA Terbakar. Semoga bulan Oktober adalah bulan kesiagaan pengelola TPA dan Pemda setempat terhadap ancaman kebakaran
Teknologi AI dalam industri daur ulang mulai diperkenalkan. Yaitu
robot bertenaga AI yang bisa menyortir sampah tekstil
Perang dagang atas nama perlindungan kesehatan dan sebagai
mencuat lagi antara Aqua dan Le minerale… Semoga Oktober mereda itu perang dagang di masa menjelang Pemilu 2024
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
BRIN ajak pelaku industri plastik mengupayakan produk plastiknya layak didaur ulang, sementara itu impor bijih plastik menurun lantaran pasar masih lesu. Juga, pemulung menjerit karena harga jual sampahnya anjlok.
TPA sampah di Batu Malang, juga di Bandung dan Yogyakarta menyedot energi sekitar dan juga nasional. TPA sampah di Bandung, Sarimukti terbakar sehingga BNPB turun tangan, tetapi sampah belum padam hingga akhir bulan
Di sisi lain KemenPUPR mengajak Swedia turun tangan tangani sampah di Bali. Di Pemalang Jawa tengah, Investor Australia berminat mengolah sampah di Pemalang Jawa Tengah
Ormas di Sumatera Utara berinisiatif membujuk PTPN 2 untuk melepas sebagian lahannya untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. Sebaliknya warga Kertamukti di Kabupaten Bekasi menolak pembangunan TPA, juga (TPST) Kesiman Kertalangu di Denpasar Bali molor gegara protes bau dari warga sekitar
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juii 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastic Pollution, persidangan INC2 terasa pecah menjadi tiga kelompok kepentingan, namun persidang bertele-tele membuat tatib persdaingan
INC-2 di gedung UNESCO di Paris Perancis pada 29 Mei hingga 2 Juni 2023 tampak bertele-tele mengatur tatib persidangan. Sementara itu delegasi Indonesia (DelRI) menerbitkan siaran pers: Pemerintah Indonesia mendukung penuh agenda global untuk mengakhiri polusi plastik karena hal itu sejalan dengan kebijakan dan regulasi nasional.
Sekretariat INC diminta untuk mengundang masukan dari pengamat paling lambat 15 Agustus dan Anggota sebelum 15 September tentang unsur-unsur yang tidak dibahas di INC-2, seperti prinsip dan ruang lingkup instrumen, dan area potensial untuk pekerjaan intersessional yang disusun oleh kofasilitator dari dua kelompok kontak, untuk menginformasikan pekerjaan INC-3
Refuse Derived Fuel (RDF) semakin menjadi pilihan untuk mengatasi semakin berlimpah-ruahnya di TPA. Sampah kota Bogor akan diolah menjadi RDF. Sampah Jakarta di Bantargebang Bekasi telah mampu memasok kebutuhan bahan bakar bagi dua korporasi besar. Dan direncanakan akan bertambah dua unit lagi. Sementara Di lain kota, Pemkot Cilegon mengoptimalkan pemanfaatan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung menjadi
Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP)
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastic Pollution, persidangan INC2 terasa pecah menjadi tiga kelompok kepentingan, namun persidangan bertele-tele membuat tatib persidangan INC-2 di gedung UNESCO di Paris Perancis pada 29 Mei hingga 2 Juni
Sekretariat INC diminta untuk mengundang masukan dari pengamat paling lambat 15 Agustus dan Anggota sebelum 15 September tentang unsur-unsur yang tidak dibahas di INC-2.
Refuse Derived Fuel (RDF) semakin menjadi pilihan untuk mengatasi semakin berlimpah-ruahnya di TPA. Sampah kota Bogor akan diolah menjadi RDF.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastic Pollution, pengelolaannya sedang dinegosiasikan secara global pada putaran kedua pada akhir Mei hingga awal Juni, dalam INC-2 di Paris Perancis. Namun hasilnya akan saya muatkan pada pantauan bulan Juni mendatang
Mendiskusikan tentang sampah laut tanpa melibatkan pihak-pihak yang secara legal berkompeten tampaknya lebih mudah daripada menjadi ajang perdebatan; Begitukah Infid?
Pengelolaan sampah melalui bank sampah dengan berbagai macam beritanya muncul beberapa kali dalam bulan Mei lalu
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan April 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastic Pollution, pengendaliannya telah masuk ke dalam lingkar diskusi di WTO, Badan Perdagangan Dunia selewat medio April yl
Berita tentang ngegosiasi tentang Plastics Treaty sudah muncul dengan cukup Panjang informasinya pada bulan April yl.
Pemerintah hendaknya mengusulkan agar Return to Earth atau kongkritnya plastik ramah lingkungan diusulkan ke dalam naskah
Plastics Treaty. Return to earth itu termasuk kategori SDG goal 12: Sustainable consumption and production
Terbuka peluang partisipasi publik untuk turut mengendalikan sampah plastik di laut, sebagai satu program, bukan cuma aksi-aksi sesekali. Yaitu ala clean up,
Produk air minum galon yang menggunakan kemasan bebas senyawa kimia Bisfenol A (BPA) kian mendapat tempat di hati masyarakat tetapi persaingan dagang bakal semakin ketat?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Indonesia, dapat mengangkat ide upaya memperbesar disain kemasan yang lebih besar dari yang biasanya dijual produsen makanan maupun produk dalam Negosiasi INC-2 Plastics Treaty di Paris pada Mei mendatang
UNEP dan UNESCO gencar sebar info hari Zero Waste Day 2023 sebagai upaya kendalikan polusi plastik pada 29 dan 30 Maret 2023. Ini kesempatan saya untuk promo 4R yaitu plastik tipe biodegradable, ketika muncul R ini, R itu dan, R itu-itu sebagai upaya kendalikan sampah plastik.
Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor menyatakan pelabelan kemasan air minum ‘Berpotensi Mengandung BPA” belum perlu dilakukan. Yang perlu dilakukan adalah analisis resiko paparan BPA dari berbagai sumber paparan.
Solusi stop baju bekas impor… Stok sampah itu dijual habis, setelah itu tidak boleh ada lagi penjualan sampah tersebut. Solusi berikutnya adalah Kemenkop UMKM menjembatani antara usaha para pedagang
sampah baju impor itu dengan menjual produk dalam negri.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Februari 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Dari Bali terungkap adanya tumpang tindih peraturan Menteri yang dihadapi oleh satu bank sampah. Sementara itu dari Bekasi Jawa Barat muncul kritikan terhadap tema HPSN 2023. Dua hal itu muncul ketika saya sebar reel video Plastic, From Pollution to Solution
Bagi peminat untuk berpartisipasi ke dalam negosiasi penyusunan Traktat Plastik (Plastics Treaty) telah dibuka oleh UNEP untuk putaran INC-2 pada bulan Mei 2023 mendatang. tengok laman UNEP.
Berita-berita tentang sampah masih saja Jakarta dan Jawa sentris. Media massa kurang meliput wilayah lain Nusantara
Muncul persepsi dari pemanfaat medsos Twitter bahwa pengaturan AMDK dengan issue BPA adalah perang dagang antar produsen AMDK dengan menarik-narik BPOM
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Januari 2023
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Indonesia, meskipun amat singkat dan umum, mulai menyatakan aktif dalam Negosiasi Plastics Treaty. Tetapi bagaimanakah posisi Indonesia dalam proses negosiasi tidak jelas tersurat. Juga tidak tampak adanya ajakan berpartisipasi ke dalam proses negosiasi INC-1, maupun juga untuk putaran perundingan berikutnya di Paris Perancis sekitar bulan Mei 2023 Lagi-lagi sampah Indonesia di manca negara…
Pantai-pantai di Seychelles di Afrika timur dipenuhi sampah asal Indonesia
Informasi terbanyak mengenai persampahan di Indonesia pada bulan Januari masih berkisar di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Masih minim berita sampah dan plastik dari luar Jawa
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Desember 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi Plastics Treaty, yaitu pengaturan polusi plastik dimulai dengan sikap bipolar di kalangan negara peserta pada akhir November pada INC-1 di Uruguay.
Traktak internasional yang mengikat, ataukah atur diri sendiri?
Di Indonesia tak tampak atau kedengaran adanya persiapan menghadapi negosiasi itu
Asosiasi Produsen Air Minum Kemasan Nasional (Asparminas) menilai positif regulasi pelabelan pada kemasan galon plastik bekas pakai.
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi pengaturan polusi plastik dimulai pada akhir bulan November 2022 Uruguay menjadi tuan rumah pertama; Direktur UNEP dengan kata pengantarnya membuka negosiasi #PlasticsTreaty tak ketinggalan Keua Komisi Tinggi PBB untuk HAM angkat suara mendukung Di Indonesia tak tampak atau kedengaran adanya persiapan menghadapi negosiasi itu Pelabelan BPA pada AMDK tetap menggema disuarakan BPOM dan November kalangan pakar di lingkungan Universitas Indonesia. Pengelolaan sampah komunitas secara mandiri dilakukan bebera
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktober 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi pengaturan polusi plastik akan dimulai pada bulan November 2022 Uruguay akan menjadi tuan rumah pertama, di Indonesia tak tampak atau kedengaran adanya persiapan menghadapi negosiasi itu
Sampah Plastik Akan Kuasai Lautan, Ikan pun Kalah. Itu peringatan yang prediktif dari Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan… sampah plastik pada 2050 akan lebih banyak ketimbang ikan di lautan.
Hasil pilah sampah Banjarmasin berhasil dikirimkan ke Surabaya dengan cita-cita suatu saat akan ada pabrik olah sampah plastik terpilah di ibukota provinsi Kalsel
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
UNEP sudah nyatakan akan membuat roadmap, tetapi persiapan Indonesia dalam Negosiasi pengaturan polusi plastik tidak ada sama sekali pada berita di media massa pada periode September.
Wadauuuuh… Hari Bebersih Sampah, atau populernya World Clean up Day tidak ada pula beritanya di media massa. Kenapa?
Rencana pengaturan BPA pada gallon kemasan air minum masih ramai di media massa baik dari kalangan pendukung maupun dari pihak-pihak yang mempertanyakan secara kritis.
Naik bis kota di Surabaya bayar pakai sampah botol plastik malah konsumtif beli air mineral, terkecuali tidak setiap hari naik bis kota
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Indonesia dengan jumlah sampah sebanyak 9.13 juta ton ternyata nomor lima dari 10 Negara Penghasil Sampah Plastik Terbanyak di Dunia. dan, juga nomor lima
dari 10 negara pembuang sampah ke laut
Sampah dan pengendaliannya sudah mulai menjadi issue parpol yang dipromosikan ke rakyat.
Galon sekali pakai (AMDK) dikatakan KLHK bertentangan dengan semangat aturan menteri LH No. 75 Tahun 2018. Perlukah adanya kesepakatan dari semua pihak bukan cuma BPOM?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juli 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi pengaturan polusi plastik akan dimulai pada bulan
November 2022 Uruguay akan menjadi tuan rumah pertama
Sampah malah dibuang ke laut, dan sampah di pesisir pantai dan pulau kecil tak teratasi, padahal dunia sudah berkomitmen dan sedang berupaya mengendalikan Polusi plastik melalui aturan internasional
SCBD ber-CFW mendadak hingar bingar selama Juli tapi cepat pula sampah berkurang gegara kerumunan ditangkal polisi untuk menghentikan terjadinya kemacatean lalin setiap kali muncul kerumunan
Labelisasi Bebas BPA pada kita harapkan segera rampung
pengaturannya oleh pemerintah AMDK
Semakin banyak sungai yang tercemar plastik mikro pada bulan Juli sebagai temuan EPN di Sumatera,
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi pengaturan polusi plastik telah dimulai pada akhir Mei
Diawali dengan arahan UNEP, dan berlanjut dengan curah pendapat, penyusunan organisasi, aturan dasar, dan pentahapan negosiasi.
Insenerator dan RDF adalah teknologi tepat guna Bagi pengelolaan sampah?
Debat soal labelisai BPA pada kemasan guna ulang pada industri AMDK masih sengit
Temuan pkastik mikro di sungai mulai merambah ke sungai di Aceh dan Sumatera Utara
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi pengaturan polusi plastik telah dimulai. Pada akhir Mei
muncul Lima arahan Inger Andersen, direktur eksekutif UNEP dalam negosiasi pengaturan polusi plastik
AMDK dan kontroversi issunya. Gegara ditemukannya kontaminasi polimer sintetik pada tap water, maka isu menjadi bahan persaingan dagang di Indonesia?
Darurat pengelolaan sampah kota Jogja?
Tungdur, hitung mundur... Somasi Ecoton kepada Presiden hal pencemaran sungai yang terjadi di Ciliwung
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan April 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Eropa sudah siapkan cakupan dalam Negosiasi global tentang
Polusi Plastik termasuk juga skenarionya pada lima tahun
mendatang. Amrik penuntut umum memanggil Exxon ke pengadilan California. Naah… Indonesia?
Mudik Minim Sampah… Posternya minim kata, mudah dipahami tetapi realitanya..?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi global tentang Polusi Plastik dimulai dengan diawali oleh UNEA5 di kantor UNEP Nairobi Kenya; prosesnya
Tengok pada bagian penutup, ya:
sekilas tanggapan dari korporasi minyak dan pemerintah terhadap Draf Resolusi untuk penyusunan Traktak Polusi Plastik
Perang Russia vs Ukraina juga kota Shanghai di-lockdown membuat harga biji plastik cenderung naik, Dan..?
Satpol PP Kabupaten Bekasi, Segel Istana Ratu Sampah … eeeh
Ngeri… aib… Ketua ASOBSI Bungkam terkait Pengolahan sampahnya Disegel Satpol PP
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Februari 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Negosiasi global tentang Polusi Plastik dimulai dengan diawali
oleh UNEA5 di kantor UNEP Nairobi Kenya; prosesnya
diperkirakan akan makan waktu 2 tahun
HPSN 2022 banyak diacarai dengan jumiting daripada aksi lapang. Dan beritanyapun tak banyak berbentuk naskah Cuma…Sampah, dikorupsi pembangunan instalasinya Waah… sayangnya beritanya cuma sekali saja
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Januari 2022
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Di awal tahun 2022, kita diingatkan akan adanya tiga jalur kebijakan pemerintah tentang sampah dan Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen
Aksi korporasi peduli pengendalian sampah mulai beragam, aksi komunitas pun beragam: peduli tetapi lebih inginkan kenyamanan
Plastikmikro diketemukan di kutub utara dan selatan tetapi laporannya tidak gegabah menyertakan rujukan dampaknya terhadap lingkungan
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Desember 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Akan kecewa jika di akhir tahun 2021 mengharap ada data lengkap tentang sampah plastik maupun daur ulangnya.
Ada sepercik info dan data dari kancah daur ulang. Bank sampah apa kabar kontribusi kalian? Ooppsss… pengusaha AMDK akan punah? Pemerintah plin-plan?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
COP26 Perubahan Iklim telah perluas panggung pemeduli sampah sungai utarakan issue sampah impor, pengusaha omong ceroboh memakai logika linear dalam menatap soal pengelolaan sampah, Lalu, penganggaran pengelolaan sampah yang tak serius, tekad korporasi menerapkan pilihan pakai ulang (we choose reuse), perspektif sempit kajian plastik mikro..! Issue sampah warga Tangsel dibuang di TPA Cilowong Serang mereda kini issue sampah di Bandung mencuat
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktober 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Tiga issue utama yang mencolok muncul dari pantauan bulan Oktober 2021,
Pertama, kisruh kehadiran sampah Tangerang Selatan Ke TPA Cilowong Serang. Kedua, teridentifikasinya plastik mikro pada botol susu bayi tetapi pada gallon dan potensi ancaman bagi kesehatan manusia. Ketiga adalah kontribusi plastik dalam proses terjadinya emisi karbon; dalam konteks menjelang COP Perubahan Iklim di Glasgow Inggeris
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Sekilas amati TPA Cilowong Serang Banten – yang rencananya dijadikan buangan sampah warga Tangsel
Sampah di laut telah menjadi kepedulian masyarakat internasional melalui konferensi di UNEP dan bantuan bilateral; sementara penelitian bermunculan di sana sini
Pengelolaan sampah di kota kecil masih tidak cukup memadai perencanaan maupun realisasi kesehariannya
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Duh… semakin lambat bertambahnya unit PLTSa, contradictio dengan tajuk Percepatan pada Perpres No. 35 Tahun 2018
Masker, sampah masker dan insenerator tampak serius masalah dan tantangannya sehingga pemerintah turun tangan dalam hal sosialisasi, pengadaan drop box dan insenerator
Plastik mikro masih tetap dikaji eksistensinya dalam sungai di sekitar Surabaya, tetapi aksi bebersih sampah plastik pun digarap kaum muda
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juli 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Petunjuk untuk kelola sampah masker dari penderita yang isoman
Sampah laut berkurang, tetapi tak ada hotline service di Sekretariat Pelaksana Perpres No 18 tahun 2018
RI Kedatangan Lagi Impor Limbah Beracun
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
PLTSa di 12 kota/ provinsi, sejak 2018, ternyata lambat pembangunannya
Kasus longsornya TPA Cipeucang Tangerang Selatan tidak tampak kemajuan proses pidananya stagnan
Penanganan Sungai Citarum Harum berpotensi dan diharapkan untuk menjadi percontohan 14 DAS (daerah aliran sungai) prioritas lainnya di Indonesia
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
ASEAN mengadopsi renca aksi pengendalian sampah laut
Studi mengenai plastikmikro dan dampaknya terhadap lingkungan hidup dan manusia makin intensif
Studi perilaku warga pulau kecil dalam pengendalian sampah,
Sampah sebagai PLTSa bertambah satu unit lagi keberadaannya di Indonesia
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan April 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
PLTSa dalam program percepatan pemerintah tak merata. Baru di Surabaya yang siap beroperasi.
Industri Daur Ulang Plastik Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Dalam Negeri Tetapi Menperin Agus berharap, produsen bahan kemasan plastik harus melakukan R&D untuk menghasilkan bahan kemasan plastik yang ramah lingkungan dengan komitmen time frame yang jelas
Terdapat 200 kantong plastik dalam onta yang berada di sekitar Dubai, Uni Emirat Arab
Interpol bersama badan kompeten di 67 negara selama 30 hari pada Maret lalu menginspeksi laut dan perairan menemukan adanya dumping ilegal dan perdagangan sampah
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Maret 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Konvensi Basel naik daun semenjak transportasi lintas-batas plastik masuk ke dalam konvensi itu. Dan, ketika Amerika Serikat mengirimkan sampah plastik ke negara tujuan Indonesia, Malaysia dan India maka nyaring sentilan terhadap pelanggaran konvensi oleh bukan Negara anggota konvensi
Mahasiswa berjenaka-ria mengkritik pengelolaan sampah di wilayah DI Yogyakarta yang mereka pandang tidak baik
Peraturan dari level pemkot/ pemkab tentang pelarangan kantong plastic dikritik analis kebijakan
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Februari 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi' sebagai tema HPSN 2021 mengalirkan beberapa aksi di antaranya aksi bersih-bersih serentak #dirumahsaja bersama keluarga; Aksi tanam pohon mangrove di TPST Bantargebang dan ada pula diskusi daring.
Biotani Bahari Indonesia: HPSN Bebersih Danau
Tegal di Jawa tengah telah mencanangkan sebagai pusat daur ulang sampah
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Januari 2021
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Dampak belum tuntasnya kontrak kerjasama antara pemerintah daerah dan swasta dalam pengelolaan sampah di Riau;
Kerjasama antar kota/ regional antara Tangsel dan Serang akan tampil;
Inovasi tentang plastik berbahan kentang belum menuju industri?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Desember 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Sampah Kota Serang sedang uji coba Gen 5 tapi butuh Perwali, juga Perda Sampah. KBRL Jakarta termasuk oxo dan nabati tapi mesti tahan air dan bisa didaur guna; akan jadi tren nasional?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan November 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Dana Swakelola Tipe III, Limbah Medis Dibuang Sembarangan,
Kantung Belanja Berbahan Singkong
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Oktober 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Proponen daur ulang tetap hajar lajur Compostable
Studi: material berbasis bio dan/ atau biodegradable yang tersedia di pasar adalah sama beracunnya dengan plastik konvensional terkait dengan zat kimia yang mereka miliki
Sosialisasikanlah Pergub DKI Jakarta No. 142 Thn 2019 TentangKewajiban ber-KBRL siapa takut?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan September 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastik Alf*mart dan Ind*maret Bukan Plastik biodegradable?? Tidak Ramah Lingkungan???
Food loss and waste must be reduced for greater food security and nvironmental sustainability
Sampah Plastik lama untuk RDF, Sekilas
#Boycott 2020 World Cleanup Day and expose environment fraud by NGOs from the Global North
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Agustus 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
KLHK Terbitkan Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen
Insinerator, promosi
Aksi Warga +62 Peduli Sampah
Aksi gerakan kurangi sampah laut (26 Agustus 2020)
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juli 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Polluter Pays Principle, Kaji Kembali Daur Ulang dan TPA bermasalah
Bank Sampah dan Konsep yang utuh
TPA Tata Kelolanya belum disiplin dan jujur anggaran
Tiga Kota Dengan Pengelolaan Sampah Terbaik?
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Juni 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
EPR Dipertanyakan Industri, TPA Jabodetabek Sudah Darurat Perluasan Lokasi dan Soal Lainnya
Plastik dan Sampah: Pantauan bulan Mei 2020
Oleh: Riza V. Tjahjadi
Plastik dan Sampah: Semengitnya Industri Daur Ulang; TPA di Indonesia Mesti Ditelaah Satu-satu
Covid19 Pemakaian Plastik Meningkat, Industri Daur Ulang Nyungsep?
WFH 280420
Covid19 Sampah Plastik Meningkat, Konsumen ber-go_green bingun.Pdf
Opini Riza V. Tjahjadi
#WorkfromHome 140420
Riza V. Tjahjadi biotani@gmail.com biotani2001@yahoo.com
Anggota Pokja 1: Kebijakan, Monitoring & Evaluasi
Dewan Pengarah dan Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasional (DP3SN) periode 2016 – saat ini,
dan secara pribadi membidani terbentuknya asosiasi industri hijau plastik ramah lingkungan (AMIHN) pada27 Februari 2019.
Direktur Eksekutif Yayasan Biotani dan Bahari Indonesia.
o0o
Laporan berkala ini sejak April; 2020 sepenuhnya adalah swadaya murni.So, maklum saja,ya, jangkauan pemantauan terbatas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar