Plastik dan Sampah:Pantauan bulan Juni 2026Oleh: Riza V. Tjahjadi
#Pilahsampah di sumbernya adalah salah satu prioritas Kelola sampah Jakarta saat ini. Sembilan tahun lalu saya sudah sarankan itu kepada Tim Sukses Anies-Sandi.
#TPAterbakar akibat cuaca panas terjadi di akhir Juni lalu, yaitu #TPAJatiwaringin di Mauk Tangerang... Ini yang saya kuatirkan dalam Siaran Pers saya tertanggal 20 Juni silam.
#beamasukbahanbakuplastik nol ... waah kapan #polusiplastik berkurang drastis?
Selengkapnya Pantauan bukan Juni 2026 ini, silahkan klik:
https://www.slideshare.net/slideshow/plastik-dan-sampah-pantauan-juni-2026-pdf/288385175
Di sini saya tampilkan hanya bagian:
Penutup
1. Pilah sampah di sumbernya adalah salah satu prioritas Kelola sampah Jakarta saat ini. Sembilan tahun lalu saya sudah sarankan itu kepada Tim Sukses Anies-Sandi.
Gerakan Pilah Sampah Belum Berdampak Signifikan, Pemprov DKI Fokus Benahi Sistem itu infotmasi pada akhir Mei, tatapi pada bulan Juni tampak sudah tampil beberapa anjuran melalui tindak nyata di beberapa acara yang diselenggarakan okeh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Sekadar tengok ke belakang:
Pilah sampah yang saya sarankan kepada Timses Anies-Sandi pada 9 tahun silam, yaitu
Saran/ Usul Terdapat banyak peluang bagi masyakarat, juga korporat untuk turut mengelola sampah di timbulannya.
1. Pendampingan untuk upaya pengurangan jumlah sampah pada sumbernya.
2. Pelatihan daur-ulang, dan daur guna, khususnya pengembangan disain yang kreatif bagi produk sampah yang akan didaur-ulang, atau daur-guna.
3. Revitalisasi unit pengolah kompos di Pasar Induk Buah dan Pasar Induk Sayuran di Kramat Jati Jakarta Timur.
4. Pengadaan hingga oprasionalisasi unit-unit pengolah kompos di pasar Jaya di DKI Jakarta.
5. Pengelolaan sampah di timbulan pada sumbernya di Hotel & Restoran, Bandara Soeta dan Bandara Halim PK, Pelabuhan, dan pemukiman tertentu.
Upaya ini secara garis besar adalah membuka peluang/ mengajak semua pihak untuk mengembangkan strategi Mencegah sampah Mengalir ke Laut, sekaligus mengurangi beban jumlah/ volume sampah rumah tangga ke pembuangan sampah ke TPA/ TPST.
Terima kasih, 2 Agustus 2017
Sumber: Lihat: SAMPAH JAKARTA usul Genjot Pengelolaan di tempat kepada Tim Sinkronisasi Anies-Sandiaga Uno pada 3 Agustus 2017 dari data 12 Juli 2017. Presentasi Riza V. Tjahjadi, anggota Dewan Sampah Nasional.
2. TPA terbakar akibat cuaca panas terjadi di akhir Juni lalu, yaitu TPA Jatiwaringin di Mauk Tangerang... Ini yang saya kuatirkan dalam Siaran Pers saya tertanggal 20 Juni silam.
Kata Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, dilansir Antara, Selasa (30/6/2026) mengatakan dugaan awal titik kemunculan api diketahui terjadi sejak pagi. Petugas TPA Jatiwaringin melihat kemunculan asap dari sebelah utara lokasi penimbunan sampah tersebut.
Menurut dia, kondisi kebakaran diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem dengan suhu panas dari matahari dan angin kencang yang memicu rambatan api lebih luas.
3. Sekitar 50 persen sampah di Indonesia merupakan sampah organik yang masih dapat diolah
Dalam Dialog Indonesia Punya Kamu yang bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional” yang diselenggarakan oleh UGM dan Garuda TV di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Jumat (12/6), sekitar 50 persen sampah di Indonesia merupakan sampah organik yang masih dapat diolah, sementara 25 persen lainnya berpotensi didaur ulang. Adapun sampah residu yang tersisa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi pembangkit listrik.
Sekedar catatan: Page 25 Pantauan Terhadap sampah basah 10 Juli 2017 Target tengok lokasi sampah terbesar Komposisinya. Pada sampah (khusus) Jakarta: Sampah basah (70-an % dari total sampah perhari)
pada tahun 2017; lihat https://www.slideshare.net/slideshow/sampah-jakartausulgenjot-pengelolaan-di-tempat-kepada-tim-sinkronisasi-aniessandiaga-unoo-diskusi-publik-030917/78560758
Meski peluangnya besar, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada skala industri. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, lembaga riset, dan mitra internasional guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian terkait pengolahan sampah ini.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng menuturkan perguruan tinggi memiliki kontribusi besar dalam pengembangan riset pengelolaan sampah dan energi. “Dalam pemetaan yang dilakukan kementerian, UGM menjadi salah satu institusi dengan jumlah penelitian terbanyak pada bidang tersebut,” katanya.
Menurut Fauzan, keberhasilan pengelolaan sampah juga sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga menjadi langkah paling mendasar untuk memastikan proses pengolahan dapat berjalan secara optimal. Untuk mendukung hal tersebut, perguruan tinggi didorong terlibat melalui program pemberdayaan masyarakat dan pengabdian yang melibatkan mahasiswa secara langsung.
4. Plastik diolah menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis
Plastik diolah menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis muncul dalam dua upaya di dua lokasi di Jawa Tengah.
Pertama, BRIN dan KSM Bantul Luncurkan PETASOL, BBM Alternatif dari Limbah Plastik
Kedua, ialah Terapkan Teknologi Prolisis, Kendal Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Petasol
Di wilayah Bantul, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah Bantul meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) alternatif setara solar bernama PETASOL di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Produk PETASOL di Bantul merupakan hasil pengolahan limbah plastik low value menggunakan teknologi pirolisis Fast-Pyrolysis Technology (Fastpol).
Di wilayah Kendal, melalui teknologi pirolisis multi kondensor gen 50, Pemerintah Kabupaten Kendal berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar petasol.
Disampaikan, pihaknya telah menganggarkan lima unit mesin teknologi Pirolisis pada 2026, yang nantinya akan diberikan kepada desa yang TPS3R-nya benar-benar aktif.
“Melalui kegiatan ini, harapannya akan menambah semangat desa-desa dalam pengelolaan sampah, dan tentunya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing,” harapan dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
“Harapan kami, tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) dengan teknologi Porolisis yang ada di Desa Margorejo ini dapat dioperasionalkan dengan manajemen yang baik, dan bisa berkelanjutan, sehingga desa-desa yang lain nantinya bisa melakukan pengelolaan sampah di desanya masing-masing,” tutur bupati, pada peluncuran manajemen sampah dengan teknologi porolisis multi kondensor gen 50, di Bumdes Mujiberkah Desa Margosari, Kecamatan Cepiring, Kamis (11/6/2026).
5. Penanganan sampah laut dalam seminar dan aksi lapang
Penanganan sampah laut yaitu Seminar Lingkungan “Suara Lokal, Aksi Nyata: Bersama Mengatasi Pencemaran Laut” yang diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 pkl. 12.30-16.00. Seminar ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut,
Adapun yang aksi adalah: KKP-DANA kumpulkan 317 kilogram sampah di Pantai Petitenget. Aksi ini adalah kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan DANA berhasil mengumpulkan 317,3 kilogram sampah dalam kegiatan konservasi pesisir di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.
Asi ini bertajuk "Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan" yang melibatkan lebih dari 500 peserta tersebut, menjadi bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 dalam rangka memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day yang jatuh pada Juni
Selain itu dalam konteks penanganan sampah laut ada pula yang mengurai wacana yaitu Kolaborasi Menahan Sampah Sebelum ke Laut yang ditulis oleh oleh Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kerja Sama dan Hubungan Lembaga
6. BM Bahan Baku plastik nol
Pemerintah mengambil langkah proaktif dan antisipatif untuk memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional dalam perspektif perekonomian global yang masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal II dan semester II-2026.
Yang terkait dengan plastik maka dalam stimulus itu: [K]eempat, pemerintah meluncurkan sejumlah insentif untuk sektor industri. Salah satunya berupa bea masuk nol persen atas impor nol persen atas bahan baku plastik.
Tidak ada ilustrasi dalam berita yang ditulis oleh Kompas terkait dengan situasi impor bahan baku plastik. Melalui Google diperoleh gambaran, sebagai berikut
AI Overview
Indonesia sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri plastik. Sepanjang Januari-Maret 2026, nilai impor plastik nasional mencapai Rp 44,1 triliun. Negara pemasok terbesar adalah China, didatangkan bersama Amerika Serikat, India, dan negara Afrika.Berikut adalah fakta dan kebijakan terkini terkait plastik impor:
1. Jenis Bahan Baku Impor Indonesia mengimpor berbagai jenis polimer dan bahan baku mentah (seperti naphtha) untuk menopang sektor manufaktur, otomotif, tekstil, hingga makanan dan minuman. Jenis yang paling dominan diimpor meliputi: Polipropilena (PP)Polietilena (PE), termasuk HDPE dan LLDPE
2. Kebijakan Tarif & Harga Terbaru
[] Pemerintah sempat membebaskan bea masuk impor (menjadi 0%) selama enam bulan untuk sejumlah produk dan bahan baku plastik seperti HDPE, LLDPE, PP, dan PE.
[] Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan lonjakan biaya produksi akibat terganggunya rantai pasok global (seperti konflik di Timur Tengah) dan menjaga stabilitas harga barang konsumsi dalam negeri.
3. Regulasi Sampah Plastik
[] Di sisi lain, pemerintah memperketat aturan mengenai impor limbah/sampah plastik.
[] Kementerian Lingkungan Hidup menegakkan larangan impor sampah plastik untuk mencegah kerusakan lingkungan. Namun, pelaku industri daur ulang sempat menyuarakan tantangan kesulitan mencari pasokan bahan baku yang bersih di dalam negeri akibat belum optimalnya pemilahan sampah dari sumbernya.
Jika Anda membutuhkan data bea masuk, perizinan, atau regulasi ekspor-impor yang lebih spesifik, Anda dapat merujuk ke portal resmi Sistem INSW atau memantau regulasi terbaru melalui JDIH Kementerian Perdagangan.
Hmmm... dalam pandanganku belum tampak strategi bersama untuk mengurangi polusi plastik secara nasional komprehensif dari para pihak penyusun kebijakan dari perencanaan, produksi dan konsumsi yang mengurangi secara nyata polusi plastik di planet bumi nusantara ini.
7. Ilmuwan siap dukung informasi ilmiah mengapa perlu traktat PBB tentang plastik bagi juru runding maupun pihak-pihak yang peduli terhadap polusi plastik. Koalisi saintis independent dari 70 negara mengabarkan bahwa akan menghadiri pertemuan kepala delegasi (Heads of Delegation, HODs) di Nairobi Kenya pada tanggal 30 June hingga 3 Juli 2026.
Bagi pihak pengamat yang (kebetulan) tidak dapat hadir dapat tetapi ingin memperoleh informasi terbaru dari negosuasi itu maka dapat menghubungi koalisi melalui via email: secretariat@scientistscoalition.org atau via WhatsApp/Signal: +64 20 452 4556
Tangerang, 5 Juli 2026
_o0o_


Tidak ada komentar:
Posting Komentar