Sekilas info dariGugatan Iklim Pulau Pari dan Urgensi
RUU Keadilan Iklim: Memperkuat Hak Masyarakat dan Tanggung Jawab Negara
Tuturan Arif Pujianto hari Kamism 29 Oktober 2026, ketika kutanya
apa masalah yang paling serius bagi warga Pulau Pari, dia menjawab yaitu
datangnya rob... Air pasang laut.
Rob datang di akhir dan awal tahun:
Ikan tampaknya menjauh
Kebanjiran pasir bawaan rob
Tanaman pangan tidak produktif lagi
Air tidak enak seperti masa-masa terdahulu; juga kami musti
beli air layak pakai
Bangunan retak
Barang metal jd korotif
Wisnu maupun wisman tidak dapat menikmati lagi
keindahan pantainya
Arif Pujianto adalah salah satu 4
penggugat warga Pulau Pari sejak 2022. Arif itu pengelola Pantai Bintang, yang
letaknya di kampung barat Pulau Pari.
Seingatku ketika dekade silam beberapa kali ke Pulau Pari ialah sampah yang. Sering datang menutup puluhan meter di bagian selatan pulau itu, tetapi yang letaknya di kampung timur. Sampah itu beberapa ratus meter dengan pantai primadona, yaitu Pantai Perawan di sebelah timur... Tapi tepat di bagian utara Pantai Bintang pun banyak sampah plastik. didekat pagar Lembaga Oseanografi LIPI (namanya, ketika itu) ... Tampaknya sampah plastik itu yang tidak dipungut oleh para pemulung lokal baik di kampung timur maupun di kampung barat.
Ini sekilas situasi sampah pada tanggal 9 September 2016 yang lalu.
Paparan Dr. Nina Burti, HEKS/EPRm ornop dari Swiss
Info latar belakang
Undangan Diskusi Publik
*Gugatan Iklim Pulau Pari dan Urgensi
RUU Keadilan Iklim: Memperkuat Hak Masyarakat dan Tanggung Jawab Negara
Perjuangan warga Pulau Pari
menghadapi dampak krisis iklim menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi
masyarakat terdampak. Di sisi lain, penguatan RUU Keadilan Iklim diperlukan
untuk memastikan hak masyarakat, kewajiban negara, dan pertanggungjawaban
korporasi mendapatkan tempat yang jelas dalam kebijakan iklim Indonesia.
Melalui diskusi publik ini, kita akan
membahas pelajaran dari Gugatan Iklim Pulau Pari, relevansi Advisory Opinion
ICJ, dan peluang memperkuat RUU Keadilan Iklim agar lebih berpihak pada
masyarakat.
📅 Kamis, 29
Oktober 2026
⏰ 13.00–15.10 WIB (registrasi dan
makan siang mulai pukul 12.00 WIB)
📍 Swiss-Belresidences
Kalibata, Jakarta Selatan
Konfirmasi kehadiran:
https://forms.gle/ZwUhmZnVkXMZFaaF6
Mari dorong kebijakan iklim yang
menjamin keadilan bagi masyarakat terdampak.
0o0o-






.jpg)
.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar