Jumat, 09 September 2011

Sultan Hamengku Buwono X (2008) cited my statement: It’s time to grant incentives & farm credit to organic farmers


















Sultan Hamengku Buwono X (2008) cited my statement: It’s time to grant incentives & farm credit to organic farmers



Riza V. Tjahjadi

biotani@gmail.com





Sri Sultan Hamengku Buwono X (2008) citing my statement (RVT) as to start a discussion on the subject:

Paradigm Agriculture Politics

Agricultural modernisation over three decades has failed to raise the self-esteem, dignity and well-being of farmers; the majority of the population of Indonesia. Now it is time the Government should recognises the rights of farmers, such as the freedom to sell rice or grain to save seed. It is high time now asserted that allowed farmers to plant padi type of local. It's about time also thinks about incentives and credits for farmers who farmed organically, not just maintain credit farm (KUT) which in fact is more for the purchase of fertilisers and poison the pests (pesticides). Likewise, farmers should be given the freedom to determine the choice and form of organisation of farmers needed to fight for the interests of farmers.




Through Organic Farming System (SIPO) for example, soil fertility will be restored for agricultural land have been destroyed by farming system that forces farmers use of chemical fertilisers and pesticides that have been specified brand. Losses of farmers due to land degradation exacerbated by policies that ultimately cut the independence of farmers, for example by having the use of certain variety of rice seeds (Tjahjadi, 1998). p.164-165.




DON'T FORGET:

Why small farmers like me be a guinea pig, Sir? I’ve spent alot for planting these. Not a few friends who are also plant this hybrid variety ... face same problem ... We can see all the rice fields ... As to cooling down lost mending, better I drink bludok, a fungicides.. it could be lost. I'm ashamed, Mas. Capital is not a little, a lot of people my ... all group members followed me to plant, all the same ... all the rice field face the similar problem. Member of my group thought me as chair of the group from hybrid projects I get a lot of profit, said Hardo, head of the farmer group, namely Kelompok Tani Ngupoyo Bogo Dusun Karang Dhuwet, Desa Sumber Agung,Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Yogyakarta (Field Monitoring Biotani Indonesia, 9 Oct. 2007).



Read also the Kompas 05 Sep 2007:


Bila Harus Bergantung, Mana Untung? (When had to Rely, Where Profit?)







Sri Sultan HamengkuBuwono X (2008) kutip pernyataan saya: Saatnya insentif maupun kredit bagi petani organik



Riza V. Tjahjadi
biotani@gmail.com



Sri Sultan Hamengkubuwono X (2008) mengutip pernyataan saya (RVT) untuk mengugkapkan mengenai:

Paradigma Politik Pertanian

Modernisasi pertanian kurang lebih tiga dasawarsa telah gagal mengangkat harga diri, martabat dan kesejahteraan petani; mayoritas penduduk Indonesia. Kini sudah saatnya Pemerintah mengakui hak-hak petani, seperti kebebasan menjual beras atau menyimpan gabah untuk benih.

Sudah saatnya sekarang ditegaskan bahwa petani diperbolehkan menanam padi jenis local. Sudah saatnya juga dipikirkan insentif maupun kredit bagi petani yang bertani organik, bukan hanya mempertahankan kredit usaha tani (KUT) yang notabene lebih banyak untuk pembelian pupuk dan racun hama. Demikian juga, hendaknya petani diberi kebebasan menentukan pilihan dan membentuk organisasi petani yang diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan petani.

Melalui Sistem Pertanian Organik (SIPO) misalnya, kesuburan tanah akan bisa pulih sebab tanah pertanian selama ini dirusak oleh sistem pertanian yang memaksa petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida yang telah ditentukan mereknya. Kerugian petani yang diakibatkan kerusakan tanah semakin diperparah oleh kebijakan-kebijakan yang akhirnya memangkas kemerdekaan petani, misalnya dengan keharusan penggunaan bibit padi (Tjahjadi, 1998).

Hal.164-165.




JANGAN LUPA:

Wong tani kok dienggo cobo cobo, tidak sedikit, Pak modal saya untuk tandur varietas ini.. Tidak sedikit teman-teman yang sudah tandur… semuanya kena masalah yang sama.. Bisa kita lihat varietas lain tidak .. Supoyo iso tenang dan hilang mending aku minum bludok wae, fungisida wae lantas bisa hilang..Aku malu, Mas. Modal tidak sedikit, banyak orang saya… semua anggota kelompok juga nanam, semua lahan kok masalahnya sama… Belum orang yang ngikutikepikiran dari proyek hibrida aku dapat untung banyak karena ketua kelompok.. Ujar Hardo, Ketua kelompok tani Ngupoyo Bogo Dusun Karang Dhuwet, Desa Sumber Agung,Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul (Pantauan Biotani Indonesia, 9 Okt. 2007).



Baca juga Kompas 05 Sep 2007:

Bila Harus Bergantung, Mana Untung?





---o0o---















Tidak ada komentar: