Rabu, 08 Mei 2013

Gas 3 kg langka: Cirebon sudah terkena, Perajin Tempe Dongkrak Harga 10%




Gas 3 kg langka: Cirebon sudah terkena, Perajin Tempe Dongkrak Harga 10%


Cirebon Jawa Barat, sudah mulai rasakan kelangkaan gas elpiji tabung 3Kg... Ketika langka, maka sudah terjadi kenaikan harga sebesar Rp2.00 hingga Rp4.000 per tabung
Dari harga normal...


Ulangi kalimat saya tadi pagi:

Makin edan..!
Dagang akal-akalan? Daripada repot-repot re-negosiasi harga jual gas LNG ke negara importir, maka "tampaknya" pemerintah akan tata-ulang saja gas, dari harga dan volumenya... Tata = naik; volume 3 kg dan 12 kg diubah menjadi 9 kg dan 14 kg.

Pada peringatan hari Kartini silam, kalangan konsumen sibuk rayakan Kartini, tetapi penjual tempe naikkan harga jualnya karena harga gas elpiji 3kg naik. 230September silam konsumen gas elpiji volume 12kg dikhawatirkan akan serbu membeli gas dalam tabung isi 3kg karena adanya kabar bahwa gas isi 12 kg harganya akan naik pada awal 2013... Betapa rentannya konsumen gas di Negara ini..!

Kemarin saya unggah info: Siap-siap, Elpiji 3 Kg Bakal Langka... Bw putih, bw merah, dan solar sudah acak-acak "rencana" keuangan keluarga; begitu juga hal rencana kenaikan harga BBM... Lalu, hancurnya industri rakyat: garam-ram-ram-ram... Ini baru kuartal 1 tahun 2013.


Komentar ibu rumah tangga. Inik Irawati: hmmm, Riza...klu kacau pastilah,krn imbasnya di smua segi, gara2 rencna kenaikan bbm juli aja,skrg harga2 kebutuhan dah pd melambung.apalg klu naik beneran, apalagi ditambah adanya rencana pembatasan elpiji 3kg,.waduh tambah kacau kykx. meski aku gk pake elpiji 3kg si, tp ya tetap kna jg. hehehe



Selasa, 7 Mei 2013 - 9:06

Gas Baru, Harga Baru Tambah Pengeluaran Baru

BERBAGAI upaya sedang digodok pemerintah untuk mengurangi beban subsidi, termasuk menata ulang distribusi gas elpiji. Pertamina menggagas akan mengendalikan gas elpiji kemasan 12 kilogram dengan mengurangi stok di pasaran. Artinya gas konsumsi rumah tangga semua lapisan masyarakat ini secara perlahan akan ditarik dari pasaran kemudian menggantinya dengan gas baru dan kemasan baru, yakni 9 kg dan 14 kg.

Kebijakan ini ditempuh karena usulan menaikkan harga gas elpiji kemasan 12 kg dalam waktu dekat ini belum mendapat persetujuan sehingga dicari alternatif lain.

Kita dapat memahami usulan kenaikan ini dimaksudkan untuk mengurangi kerugian yang terus membengkak. Jika Pertamina mengajukan kenaikan harga gas epliji 12 kg sebesar Rp25.400 per tabung disetujui, maka dapat mengurangi kerugian Rp1,1 triliun dari total kerugian sebesar Rp5 triliun prediksi tahun ini.

Hanya saja, kita perlu menggarisbawahi, perubahan kemasan ini jangan lantas dijadikan modus sebagai upaya menaikkan harga jual. Jika itu yang disasar, tak ubahnya menaikkan harga secara terselubung.

Masyarakat tentu dapat menerima dengan lapang dada dengan kemasan baru ini, kalau harganya tidak berubah. Bahkan, dengan kemasan baru ini sekaligus dapat memperbaiki kualitas tabung yang sudah usang.

Belum diperoleh secara rinci apakah perubahan kemasan ini sekaligus menggganti gas elpiji yang sekarang beredar dengan gas baru yang disebut ‘ease’ dengan ukuran tabung 9 Kg dan 14 Kg.

Jika gas baru ini tidak lebih berkualitas, meski harganya lebih mahal, tentunya akan menambah beban baru bagi masyarakat. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah soal distribusi. Jangan karena perubahan kebijakan, lantas distribusi kacau sehingga menimbulkan kelangkaan di pasaran.

Problema semacam ini acap terjadi dalam setiap perubahann kebijakan karena kurangnya persiapan dalam perencanaan.

Kita berharap pemerintah dan Pertamina melakukan kajian lebih mendalam sebelum melempar gas baru dengan kemasan baru ke pasaran. Survei daya beli masyarakat saat ini perlu dilakukan sehingga harga yang nantinya dipatok sesuai dengan kondisi masyarakat. Jangan karena ingin menutup kerugian lantas mengambil kebijakan yang tidak transparan. (*)


http://m.poskotanews.com/2013/05/07/gas-baru-harga-baru-tambah-pengeluaran-baru/





Kemarin (6 April) saya unggah info:
Siap-siap, Elpiji 3 Kg Bakal Langka
Bw putih, bw merah, dan solar sudah acak-acak "rencana" keuangan keluarga; begitu juga hal rencana kenaikan harga BBM... Lalu, hancurnya industri rakyat: garam-ram-ram-ram... Ini baru kuartal 1 tahun 2013

Kini: gas 3 kg

Siap-siap, Elpiji 3 Kg Bakal Langka

Senin, 6 Mei 2013 | 18:55 PM

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan heran jika dalam waktu dekat ini stok gas elpiji 3 kilogram (kg) bakal sedikit tersendat. Hal ini karena PT Pertamina (Persero) berencana membatasi penyebarannya untuk mengantisipasi distribusi elpiji ukuran tersebut yang melebihi kuota.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, pengurangan alokasi ini ditujukan untuk seluruh agen elpiji 3 kg. Salah satu agen gas elpiji di kawasan Condet, Jakarta Timur, mengaku sudah mendapatkan info terkait pembatasan elpiji 3 kg dari Pertamina. "Alokasinya akan dikendalikan," ungkap seorang agen elpiji, Minggu (6/5/2013).

Pada peringatan hari Kartini yang baru lalu, kalangan konsumen sibuk rayakan Kartini, tetapi penjual tempe naikkan harga jualnya karena harga gas elpiji 3kg naik:


Minggu, 21 April 2013 - 5:24
Elpiji Naik, Perajin Tempe Dongkrak Harga 10%

?JAKARTA (Pos Kota) – Naiknya harga gas elpiji, sudah pasti diikuti dengan melonjaknya harga kebutuhan sehari-hari. Kalangan usaha kecil menengah (UKM) seperti industri makanan rumahan, perajin tempe tahu, restoran dan pedagang warung nasi akan menaikkan harga dagangannya.

“Mereka akan menaikkan harga lima hingga sepuluh persen,” kata Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Franky Sibarani, Sabtu (20/4).

September silam konsumen gas elpiji volume 12kg membeli dengan harga baru.


Minggu, 21 April 2013 - 5:24
Elpiji Naik, Perajin Tempe Dongkrak Harga 10%

?JAKARTA (Pos Kota) – Naiknya harga gas elpiji, sudah pasti diikuti dengan melonjaknya harga kebutuhan sehari-hari. Kalangan usaha kecil menengah (UKM) seperti industri makanan rumahan, perajin tempe tahu, restoran dan pedagang warung nasi akan menaikkan harga dagangannya.

“Mereka akan menaikkan harga lima hingga sepuluh persen,” kata Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Franky Sibarani, Sabtu (20/4).

Langkah mereka ini, terkait dengan keputusan Pertamina yang menaikkan harga gas elpiji 12 Kg hingga mencapai Rp13 ribu/tabung.

Sehari sebelumnya, General Manager  Pertamina Region III, Hasto Wibowo kepada Pos Kota, mengakui  kenaikan harga gas elpiji 12 Kg hampir mencapai Rp13 ribu/tabung. Kenaikan mulai berlaku minggu ketiga April ini atau Senin (22/4).

BEBAN BERTAMBAH

Selama ini, kata Franky, tidak sedikit  industri makanan rumahan, perajin tempe tahu, restoran dan pedagang warung nasi yang menggunakan gas elpiji 12 Kg sebagai sumber energi. Dengan naiknya harga gas elpiji itu beban mereka makin bertambah. Apalagi tarif dasar listrik juga naik.

Bahkan bagi pemilik restoran dan pedagang warung nasi, kenaikan harga gas elpiji 12 Kg makin menambah daftar panjang beban mereka. Sampai sekarang mereka juga masih dihantui melambungnya harga daging. Maka, mau tidak mau mereka menaikkan harga barang dagangannya sebagai kompensasi semua  beban yang diterimanya.

Untuk menekan biaya ke depan, Franky menambahkan tidak menutup kemungkinan mereka beralih ke gas elpiji 3 Kg. (setiawan/si/


http://m.poskotanews.com/2013/04/21/elpiji-naik-perajin-tempe-dongkrak-harga-10/

Powered by Telkomsel BlackBerry®





30 April 2013
Petani tolak kenaikan harga BBM

Kemarin aksi mahasiswa... Hari ini, Selasa 30 April 2013, dua perwakilan petani menyatakan penolakan kenaikan harga BBM. Petani Pantura Jawa Barat ini difasilitasi oleh salah satu parpol.
Petani berteriak semakin mengukuhkan pernyataan saya pada 21 April lalu, bahwa pertanian apapun sistemnya semakin tidak berkelanjutan…Lihat juga, posting saya di blog saya yang bertajuk:
SBY diguncang GONAS, harga BBM bersubsidi Naik Mei 2013
Solar langka. pertanian semakin tidak berkelanjutan
lihat unggah info saya: Berita Malam TVRI. 19 April 2013
Solar tak ada, mesin mati, tanah tak terbajak, anakan padi tak tepat waktu dipindahkan... Hasilnya?




Ini dapat indikasikan, bahwa: Solar langka, semakin tunjukkan pertanian apapun sistem yang pakai alsintan (alat, mesin pertanian) ber-BBM-fosil tidak masuk ke dalam kerangka kerja pembangunan yang berkelanjutan.

lihat juga: Bukan pertanian organik, posting pada
Kamis, 09 Agustus 2012
[bukan] Pertanian Organik; Rumah Kompos berbasis BBM fosil = B i a y a M a h a l?
http://biotaniindonesia.blogspot.com/2012/08/bukan-pertanian-organik-rumah-kompos.html
— with Agus Sunarto and 12 others.

q-mbel Cah Njartal Ankers, Widati Sry and 2 others like this.
Riza V. Tjahjadi Teuku Yusrizal, tks, ya atas jempolnya
April 30 at 9:21pm · Like

Teguh Semedi · Friends with Angger Sk
Next..... what we do?... dan apa yg hrs kita lakukan?

May 4 at 9:59pm · Like
Riza V. Tjahjadi Pengembangan alsintan non-BBM. Tenaga surya, air, angin dsb. Intinya tekno tepat guna (TTG) yang pernah berkembang di ornop pada medio 1980an hingga mid 1990an perlu dikembangkan lagi. Kalau demo jalanan, mustahil, karena para petani kita umumnya lanjut usia n ninggal rumah, ya, kasihan anak-isteri-cucu... Belum lagi kalau mereka kena semprot meriam airnya polisi... Atau kasus-kasus penembakan di Lampung, Sumsel. Dsb.
May 4 at 10:07pm · Like



kompilasi Riza V. Tjahjadi
lihat juga di ef-be akun Riaa V. Tjahjadi
biotani@gmail.com







---o0o---


Tidak ada komentar: